Kamis, 21 April 2016

Penerapan ICT dalam Pariwisata (tugas softskill)



PEMANFAATAN ICT (INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY) DALAM PROMOSI  PARIWISATA DI INDONESIA
Sektor pariwisata merupakan salah satu industri jasa terbesar saat ini yang secara nyata mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global. Berbagai macam tujuan orang untuk melakukan perjalanan wisata seperti halnya sekedar bersenang-senang, melihat peninggalan-peninggalan sejarah dan prasejarah, event-event tertentu, keindahan alam, perjalanan agama dan lain sebagainya. Indonesia memiliki potensi SDA (sumber daya alam) yang sangat banyak, khususnya di sektor kepariwisataan baik dari segi objek dan daya tarik wisata, keramah tamahan masyarakat serta tersedianya sarana dan prasarana sebagai faktor penting dalam memajukan sector pariwisata tersebut. Namun kekayaan SDA tersebut banyak yang belum kita optimalkan. Salah satunya adalah bidang promosi pariwisata. Maka dari itu penulis tertarik untuk menganalisa pemanfaatan ICT untuk mempromosikan bidang pariwisata ini. Dan dengan kemajuan ICT yang sangat pesat dewasa ini, internet/web kini merupakan  salah satu wahana yang potensial untuk mempromosikan pariwisata di tanah air.
Dewasa ini banyak bermunculan website-website baik milik perorangan ataupun instansi/perusahaan dengan berbagai macam motivasi dan tujuan yang ingin mereka capai. Salah satunya adalah dengan tujuan untuk promosi kepariwisataan. Namun kalau kita amati masih terdapat beberapa kekurangan, antara lain seperti informasi yang disampaikan di web belum optimal, SDM (sumber daya manusia) pengelola web yang masih terbatas sehingga web yang dibangun tidak maksimal dalam penggunaan teknologi, kurang mengikuti arus perkembangan dan kebutuahn atau keinginan user yang semakin komplek sehingga web tidak menarik, content/isi web yang masih sederhana dan tidak update, sampai belum diaplikasikan penggunaan dua bahasa yaitu local maupun asing.
Sesunguhnya kemajuan di bidang teknologi informasi yang semakin berkembang saat ini, telah membawa pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah kemudahan dalam menjalankan segala aktifitas yang dilakukan sehari - hari. Sudah banyak perusahaan, organisasi, instansi yang memanfaatkan teknologi informasi seperti internet atau website untuk menjalankan proses bisnisnya, contohnya pelayanan pelanggan, pemasaran produk, informasi dan promosi pariwisata, dan lain sebagainya. Namun pemanfaatanya belum di optimalkan.
Industri pariwisata dewasa ini telah menjadi salah satu industri yang sangat menjanjikan karena dapat memberikan keuntungan yang sangat berarti bagi pengusaha pariwisata itu sendiri, wilayah dan masyarakat sekitar bahkan tidak tertutup kemungkinan memberikan manfaat nyata bagi suatu negara. Dengan demikian tidak mengherankan kalau saat ini kita melihat begitu banyak negara baik negara maju maupun negara sedang berkembang berusaha untuk terus mengembangkan Industri Pariwisata. Salah satu faktor pendorong majunya industri pariwisata adalah perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang terkenal dengan istilah ICT (Information and Communication Technology).
ICT (Information and Communication Technology)
Internet merupakan salah satu produk dari ICT yang merupakan teknologi industri pariwisata tidak saja bagi industri pariwisata yang berskala besar tapi juga bagi pengelola pariwisata yang berskala kecil atau masih dalam tahap pengembangan. Melalui teknologi internet ini setiap pengelola dapat mempromosikan dan menawarkan berbagai macam produk-produk atau paket-paket pariwisata ke berbagai belahan dunia, dengan cara yang mudah, cepat dan efektif.
Dengan kemajuan internet dewasa ini pula paketpaket wisata yang ditawarkan bisa langsung dilihat dengan jelas melalui gambar, animasi atau video. Dengan demikian para calon konsumen pun sudah dapat membayangkan suasanan dan kondisi daerah wisata yang akan dituju.
Selanjutnya calon konsumen akan dapat mengambil keputusan kemana mereka akan berlibur nantinya. Namun demikian terdapat beberapa kendala dan tantangan jika kita ingin memanfaatkan teknologi ini. Di antaranya adalah keterbatasan kapasitas SDM (sumber daya manusia) sebagai pengelola tempat wisata dalam hal penguasaan ICT.
Misalkan saja untuk menarik minat calon konsumen, keahlian para pengelola pariwisata dalam hal ICT diperlukan agar dapat menampilkan paket-paket wisata yang ditawarkan secara kreatif, unik melalui website sehingga dapat menarik minat calon konsumen. Kendala terkait infrastruktur yang masih minim seperti keterbatasan akses internet di daerah yang tidak merata.
Keterbatasan dana juga masih menjadi kendala bagi para pengelola tempat wisata terutama untuk maintainance website yang dibuat. Kendala-kendala tersebut hendaknya dilihat sebagai tantangan dalam kacamata pemerintah. Dengan otonomi daerah sekarang ini, peran pemerintah daerahlah yang sangat diharapkan untuk memanfaatkan ICT untuk pariwisata ini secara optimal.


Daftar Pusataka
Anonim, 2008.  “Indikasi  Perkembangan ICT di Indonesia”. BeritaNet.com edisi 2 februari 2008.
Anonim, 2005. “E-tourism indeveloping countries: more links, fewer leaks”. Linking Economies. Issue In Brief, Number6. UNCTAD
html (akses tanggal 02 Maret 2013)

Kamis, 14 April 2016

Legenda Batu Menangis (Tugas Softskill)



Cerita dari Kalimantan

“Batu Menangis”

Disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya.

Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.

Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.

Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.

Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, "Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?"
Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
"Bukan," katanya dengan angkuh. "Ia adalah pembantuku !"
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
"Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?"
"Bukan, bukan," jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. " Ia adalah budakk!"
Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.
"Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia...."
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

" Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu...Ibu...ampunilah anakmu.." Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut " Batu Menangis ".

Kesimpulan

Cerita ini berbentuk legenda, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.